SELAMAT DATANG, INILAH BLOG TERBAIKKU

Senin, 03 Oktober 2011

ringkasan novel

 SANG PEMIMPI
 
Cerita ini mengisahkan tentang tiga anak Belitung yang memiliki semangat belajar yang tinggi dan bercita-cita meneruskan sekolahnya sampai ke Eropa.Diawali dengan seorang anak yang bernama ikal.Dia mempunyai dua orang sahabat yang sangat ia sayangi,yaitu Arai dan Jimbron.Ikal memiliki mata yang indah yang berwarna cokelat,kulitnya berwarna hitam manis,ia juga anak yang pintar.Kedua adalah Arai,ia anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia ketika masih kecil.Arai memiliki wajah yang tampan,selalu ingin mencoba hal yang baru ditemuinya,tidak mudah menyerah,dan ia pintar.Ketiga adalah Jimbron,tubuhnya gemuk,tambuh,invalid,polos,ia tidak pintar seperti kedua temanya,dan apabila ia terlalu senang ia berbicara gagap.Jimron anak yatim piatu,kedua orangtuanya meninggal ketika ia masih kelas empat SD.Lalu,Jimbron diangkat menjadi anak asuh oleh Pendeta Geovanny.
Karena di kampung mereka tidak ada SMA. Setelah tamat SMP,Arai,Ikal,dan Jimbron merantau ke Magai untuk melanjutkan SMA di sana. Pada saat itu,PT Timah Belitong tempat orang-orang Melayu bekerja dan termasuk ayah Ikal,melakukan PHK bergelombang terhadap kariawannya. Demi melangsungkan sekolahnya,mereka bekerja untuk membantu ke dua orang tuanya.Pekerjaan yang pernah mereka dapatkan,seperti menjadi penyelam di padang golf,part time office boy di kantor pemerintah,dan lain-lain. Setelah berbagai pekerjaan mereka coba. Akhirnya,mereka mendapatkan pekerjaan tetap yaitu kuli ngambat di pasar. Mereka menyewa kontrakan dekat mereka bekerja. Tidak ada kata mengeluh dari mereka,demi sekolah apapun mereka lakukan.
Setelah tiga tahun mereka bekerja dan sekolah,susah senang mereka jalani bersama. Akhirnya,mereka dapat menamatkan SMAnya. Ikal dan Arai bercita-cita kuliah di Jakarta dan merantau di sana. Jimbron tidak ikut dengan mereka karena ia lrbih memilih untuk tetap tinggal di Belitong dan menikah dengan Laksmi. Akhirnya , tiba waktunya Arai dan Ikal pergi ke Jakarta. Setelah lima hari mereka berlayar merekapun tiba di Jakarta
Arai dan Ikal sangat kagum dengan suasana di Jakarta yang jauh berbeda dengan kampungnya. Tujuan mereka ke Ciputat ternyata gagal,karena mereka salah naik bus akibatnya mereka terdampar di Bogor. Mereka mencoba mencari kontrakan di Bogor,merekapun mendapatkan kontrakan yang berdinding gedek bambu dan berlantai semen yang sebagian telah menjadi tanah. Kontrakan mereka dekat dengan IPB. Mereka melalui hari demi hari dengan terus berusaha.Dengan berbekal ijaza SMA mereka mencari pekerjaan. Akhirnya ,mereka berdua mendapatkan pekerjaan.
Arai dan Ikal mencoba berbagai jenis pekerjaan,tetapi tidak berhasil dan selalu gagal. Pada akhirnya,Ikal mendapatkan pekerjaan tetap yaitu menjadi pegawai pos. Arai masih tetap bekerja di kios fotokopi IPB. Tapi,tidak beberapa hari Ikal bekerja,Arai pergi dan tidak meninggalkan surat.
Akhirnya ,setelah empat tahun Ikal kuliah,ia berhasil menyelesaikan kuliahnya. Ikal mendaftar menjadi peserta beasiswa Pendidikan Strata Dua yang dibuka oleh Uni Eropa. Ia mengikuti berbagai macam tes dan melewatinya dengan sukses. Pada saat tes penentuan,yaitu tes wawancara. Ikal diwawancarai oleh seorang profesor,tapi ia merasa kurang percaya diri dan berpendapat bahwa dirinya kurang baik dalam wawancara. Selesai wawancara Ikal bertemu dengan Arai. Ikal sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Arai. Ternyata Arai juga mengikuti tes tersebut. Mereka langsung pulang ke Belitong. Berminggu-minggu mereka menunggu surat hasil tes tersebut,pada akhirnya,surat tersebut datang. Arai dan Ikal membuka surat tersebut. Apa yang terjadi? Ternyata mereka berdua lulus. Universitas yang menerima mereka sama,yaitu Universite de Paris,Sorbonne,Prancis.



BY : ANDREA HINATA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar